Bacaan : Kisah Para Rasul 12:1-16
Seorang ibu muda meminta tolong kepada utusan Injil yang bernama
Gale Fields, "Cepat kemari! Anak saya hampir mati." Waktu itu, Gale
sedang berada di Irian Jaya membantu suaminya, Phil, menerjemahkan
Alkitab ke dalam bahasa Orya, bahasa suku setempat. Disamping itu,
pasangan tersebut juga memberikan pertolongan medis semampu mereka.
Namun saat Gale memandang bayi yang terserang malaria itu, ia sadar
tidak mempunyai obat yang tepat untuk menolongnya.
"Maafkan saya," kata Gale kepada si ibu, "saya tidak punya obat yang
cocok untuk bayi sekecil dia." Setelah diam sejenak, Gale
melanjutkan, "Tetapi saya bisa berdoa untuknya."
"Ya, lakukanlah apa saja yang bisa menolong bayi saya," jawab sang
ibu.
Gale mendoakan bayi tersebut dan pulang dengan hati sedih. Sesaat
kemudian, ibu muda itu datang lagi dan berteriak, "Gale, kemarilah!
Lihat bayi saya!"
Karena mengira sesuatu yang buruk telah terjadi, Gale segera
menghampiri bayi itu. Namun ternyata ia melihat adanya kemajuan.
Demam yang berbahaya itu telah berlalu. Kemudian Gale berkata, "Tak
heran orang-orang Kristen Orya belajar berdoa. Mereka tahu Allah
akan menjawab setiap doa mereka."
Orang Kristen mula-mula juga pernah berdoa agar Petrus dibebaskan
dari penjara. Namun ketika Allah menjawab, mereka malah
"tercengang-cengang" (Kisah Para Rasul 12:16). Sering kali kita juga
bersikap demikian. Seharusnya kita tidak perlu terkejut ketika Allah
menjawab doa-doa kita, karena kuasa-Nya sungguh besar dan tak
terbatas -JDB
POSISI TERKUAT DI BUMI INI
ADALAH BERLUTUT DI HADAPAN TUHAN SEMESTA ALAM
|