Bacaan : Ibrani 9:23-28
Wayne dan Red bertugas di peleton yang sama saat pasukan sekutu
bergerak melintasi Eropa pada Perang Dunia II. Saat itu, Wayne
menawarkan diri menjadi "penunjuk jalan" yang memimpin peletonnya
memasuki wilayah musuh, sedangkan Red siap mendukungnya dari
belakang.
Kedua orang ini memimpin pasukan mereka melewati beberapa
pertempuran hingga mereka mencapai "Garis Siegfrie" yang terkenal.
Mereka tiba di tanah tak berpenghuni dan kemudian melompat ke parit
perlindungan musuh. Tatkala sebuah granat yang masih aktif meledak
di hadapan mereka, Wayne, yang memimpin di depan terluka karena
ledakan tersebut. Melihat Wayne tidak berdaya, Red maju dan
cepat-cepat mengangkat Wayne. Lalu ia berputar dan melindungi Wayne
dari tembakan. Beberapa detik kemudian Red tertembak peluru musuh
dan meninggal seketika. Wayne yang bertahan hidup, kemudian menulis
demikian, "Tak seorang pun pernah menghargai saya lebih dari Red."
Demikian pula dengan Yesus. Dia "terkena peluru" yang sebenarnya
diarahkan kepada kita. Kita lahir di dalam dosa, dan "upah dosa
ialah maut" (Roma 6:23). Karena begitu besar kasih Allah, Anak Allah
menjelma menjadi manusia, hidup tanpa dosa, dan mengambil alih
hukuman kita dengan mati di kayu salib (1 Petrus 3:18). Karena Yesus
mati, kita mendapat kehidupan yang kekal.
Sudahkah Anda memiliki kehidupan yang seperti itu? Jika belum,
percayalah kepada Kristus hari ini juga. Maka Anda pun akan dapat
berkata, "Tak seorang pun pernah menghargai saya lebih dari Kristus"
-DCE
YESUS MENGGANTIKAN TEMPAT SAYA DI KAYU SALIB
UNTUK MENYEDIAKAN TEMPAT BAGI SAYA DI SURGA
|