Bacaan : Kisah Para Rasul 2:38-47
Beberapa tahun yang lalu, para bekas tawanan perang Amerika
diwawancarai untuk mengetahui metode paling efektif yang digunakan
oleh musuh untuk mematahkan semangat hidup mereka. Pada akhir
wawancara, para peneliti mendapati bahwa para tawanan yang harta
bendanya dirampas dan mengalami penyiksaan secara fisik justru tidak
cepat patah semangat bila dibandingkan dengan mereka yang kesepian
dalam sel atau terlalu sering dipindah tempat dan terpisah dari
teman-teman mereka. Lebih lanjut diketahui bahwa para tentara
tersebut memperoleh kekuatan yang terbesar dari hubungan yang akrab
dengan sesama yang mereka bentuk di unit militer kecil tempat
mereka menjalani penawanan.
Penelitian ini memberi kita wawasan tentang mengapa orang-orang
Kristen membutuhkan kebersamaan dengan jemaat yang lain, yakni agar
mereka terdorong untuk tetap setia kepada Tuhan. Persekutuan pribadi
kita dengan Allah ternyata belum cukup untuk menghasilkan kedewasaan
dan ketekunan dalam hal kerohanian. Hubungan di antara jemaat yang
bersehati dan dipenuhi Roh Kudus sangatlah penting untuk menumbuhkan
iman dan memelihara kesetiaan kita kepada sang Juruselamat (Ibrani
10:23-25).
Kadang-kadang kita tidak mau terlibat dalam kehidupan bergereja,
dengan berpikir bahwa akan lebih mudah jika kita menjalani kehidupan
rohani seorang diri. Sesungguhnya orang Kristen yang demikian akan
kehilangan manfaat dari ibadahnya. Ingatlah bahwa dengan hikmat-Nya
Allah telah mengumpulkan kita supaya kita kuat -MRD II
ORANG KRISTEN MENJADI KUAT
BILA MEREKA TIDAK BERUSAHA SEORANG DIRI
|