Bacaan : Mazmur 1
Dalam sebuah operasi, seorang ahli bedah berpengalaman bertanya
kepada seorang dokter muda rumah sakit, "Siapa orang terpenting di
ruang ini?"
Dokter muda itu berusaha mencari jawaban yang tepat. Ia yakin
seniornya itu tidak menginginkan pujian untuk dirinya sendiri.
Karenanya, dengan tetap bersikap sopan ia menjawab, "Saya kira para
jururawat yang telah membantu Anda dengan cara yang sangat
efisien."
Ahli bedah itu menggeleng dan menjawab, "Bukan, orang yang
terpenting di ruang ini adalah sang pasien."
Terkadang kita juga melupakan hal yang nyata seperti itu saat
mempelajari Alkitab. Dengan mudah kita lupa betapa pentingnya diri
kita dalam proses belajar tersebut. Padahal, sikap kita dalam
mempelajari Alkitab itu menentukan apakah kita akan mendapat berkat
atau tidak.
Bagaimanakah sikap yang paling tepat dalam mempelajari Alkitab?
Pertama, pada saat Anda mulai membaca Alkitab, ingatlah bahwa Anda
membutuhkannya untuk membangun diri sendiri, bukan sekadar untuk
mengajarkannya lagi kepada orang lain. Kedua, pelajarilah Alkitab
dengan kerendahan hati. Jangan mencoba menafsirkan Alkitab seperti
yang Anda inginkan, tetapi belajarlah untuk menemukan apa yang
difirmankan Allah.
Seorang teolog Jerman bernama Johann Bengel (1687-1752) berkata,
"Bersikaplah seperti pembuat sumur yang tidak perlu mengisi sumur
yang digalinya, tetapi yang menemukan air dari dalamnya dan
mengalirkannya dengan bebas tanpa ada kemacetan, penyimpangan, atau
pencemaran." Barang siapa melakukan hal ini akan tumbuh seperti
pohon yang "ditanam di tepi aliran air" (Mazmur 1:3) -HWR
PENDALAMAN ALKITAB TIDAK SEKEDAR MEMBERI INFORMASI
TETAPI JUGA MENGADAKAN TRANSFORMASI
|