Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PERLAKUAN TIDAK ADIL
< Februari
2001
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 6 Februari 2001

Bacaan Setahun : Bilangan 4-6
Nats : Jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah (1Petrus 2:20)

PERLAKUAN TIDAK ADIL

Bacaan : 1Petrus 2:19-23

Saat diperlakukan tidak adil, biasanya kita akan membela diri dan membalas. Namun bila kita bersikap tenang sementara orang lain menganiaya dan menyiksa kita, berarti kita telah menanggapi ketidakadilan tersebt seperti Kristus. Allah memang ingin mengembangkan sifat-sifat yang "tidak biasa" dalam diri kita. Setiap orang pasti dapat bersabar bila segala sesuatunya berjalan seperti yang diinginkan. Namun yang disebut kebajikan sejati adalah bila kita tetap tenang dan menguasai diri walau berada dibawah tekanan (1 Petrus 2:20).

F‚nelon, seorang teolog pada abad ke-17, berpendapat: "Janganlah begitu bersedih bila orang-orang jahat menipu Anda. Biarkan mereka melakukan apa saja;dn lakukanlah terus apa yang dikehendaki Allah .. Kedamaian dan persekutuan yang manis dengan Allah akan membayar semua yang mereka perbuat. Yang penting, pusatkan perhatian Anda kepada Allah." Tuhan memang mengizinkan keadaan yang menyedihkan terjadi, karena menurut F‚nelon, "Dia melakukan ini demi kebaikan Anda."

Demi kebaikan kita? Benar! Bila kita menanggapi ketidakadilan seperti Kristus, maka kegelisahan, perasaan tidak aman, dan sikap pesimis kita akan berubah menjadi ketenangan, kestabilan emosi, dan pengharapan.

Mengapa kita balik menyerang tatkala diperlakukan tidak adil? Mengapa kita begitu cepat membela diri atau membalas dendam? Bukankah itu berarti kita terlalu memikirkan kenyamanan dan hak-hak kita sendiri?

Jika demikian, berarti kita harus berdoa seperti Agustinus, "Lepaskanlah saya dari hasrat untuk selalu membela diri" -DHR

CARA TERBAIK UNTUK MENANGGAPI HAL YANG SALAH
ADALAH MELAKUKAN YANG BENAR
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini