Bacaan : Yeremia 23:25-40
Secara tak sengaja saya menemukan sebuah pohon tumbang yang
bisa menjadi kayu api yang sangat baik untuk kompor besi dalam
ruangan kami. Gergaji mesin saya memotongnya dengan rapi menjadi
potongan-potongan kayu sekitar 45 cm. Tetapi potongan-potongan
kayu berdiameter 50 cm ini masih perlu dibelah. Oleh karena itu,
saya mulai mengayunkan kapak. Tak ada yang terjadi -- kecuali
mata kapak itu terjepit pada kayu. Kapak saya tajam, tetapi
tidak cukup kuat untuk membelah kayu tersebut.
Setelah frustrasi selama satu jam, saya mengemudikan mobil
menuju toko besi dan membeli sebuah peralatan yang lebih besar
dan berat bernama palu pembelah. Alat ini memiliki mata kapak
pada satu sisinya dan mata untuk memalu pada sisi lainnya. Dengan
alat yang benar, saya segera mendapatkan setumpuk kayu api belah
yang baik dan kering untuk tahun berikutnya.
Terkadang saya berusaha melakukan pekerjaan Allah dengan
menggunakan alat yang salah. Saya hebat dalam memberikan pendapat
saya untuk menolong seseorang memecahkan masalah, tetapi seringkali tidak banyak yang terjadi sebelum saya mencari dan menerapkan kebenaran Allah pada situasi tersebut.
Yeremia mengutuk nabi-nabi palsu di Israel karena mereka
menggunakan apa yang salah -- kata-kata, mimpi, dan penglihatan
mereka sendiri -- untuk mempengaruhi dan menyesatkan rakyat
(Yeremia 23:16,25-27,31-32).
Marilah kita melakukan pekerjaan Tuhan dengan alat yang
benar, yakni kuasa dan kekuatan dari Firman Allah yang hidup
[DCE]
The Word of God is sharper
Than any two-edged sword;
And when we use it rightly,
We honor Christ the Lord. --Hess
PENDAPAT MANUSIA KECIL NILAINYA
TETAPI KEBENARAN ALLAH TAK TERNILAI
|