Bacaan : Kisah 16:1-5
Stephen Conn merasa bahwa Allah ingin ia menjadi pengkhotbah. Tetapi ia merasa agak rugi. Karena telah diselamatkan saat
berusia 7 tahun, ia tidak mungkin dapat membuat pendengarnya
terpesona dengan cerita tentang masa lalu yang jahat.
Dengan bodoh ia berpikir untuk meminta izin Allah agar
diberi waktu untuk melakukan kebiasaan buruk agar dapat "memperbaiki" khotbahnya di masa yang akan datang. Namun jauh di lubuk
hati ia tahu bahwa Allah tidak akan menjawab permintaannya yang
sesat itu. Lalu ia memutuskan untuk mengkhotbahkan Alkitab tanpa
kesaksian yang dramatis.
Conn menulis di kemudian hari, "Kini saya sadar betapa luar
biasa sebenarnya kesaksian yang saya miliki. Allah bukan hanya
berkuasa membebaskan kita dari dosa, Dia pun memiliki kuasa yang
jauh lebih besar untuk menjaga kita dari dosa.... Allah tidak
hanya menyelamatkan jiwa saya, Dia pun menyelamatkan seluruh
hidup saya!"
Kita tidak tahu banyak tentang kehidupan Timotius saat
kecil, kecuali ibu dan neneknya yang takut akan Allah dengan
setia mengajarinya Kitab Suci (2Timotius 1:5; 3:15). Karena itu,
Timotius dapat disebut orang berdosa yang "baik." Namun, Allah
menjadikannya pembimbing yang efektif pada gereja mula-mula.
Semua orang berdosa yang telah ditebus dapat berbicara
tentang anugerah Allah yang tak tertandingi. Jika Anda telah
diselamatkan dari kehidupan yang berdosa, Anda mungkin memiliki
kesaksian yang paling dramatis. Syukur kepada Allah, oleh anugerah-Nya Dia dapat memakai kita sebagaimana adanya [DJD]
God\'s grace can take a sin-stained life
And make it clean within
Or He by grace may spare a life
From ruin caused by sin. --DJD
KESAKSIAN YANG TERBAIK MENGAGUNGKAN ANUGERAH ALLAH
BUKAN HINANYA DOSA
|