Bacaan : Roma 7:15-25
Suatu kali seorang pemburu membeli anjing untuk membantunya
berburu burung pegar. Namun ia mendapati bahwa anjing itu hanya
suka mengejar kelinci. Jadi, bukannya mengejar burung pegar,
pemburu itu menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang diinginkan anjingnya. Akhirnya, pemburu itu memutuskan untuk meninggalkan anjing itu di rumah.
Kisah ini mengingatkan saya akan ucapan Rasul Paulus dalam
Roma 7. Ia menulis, "Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku
perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat"
(ayat 15). Paulus berbicara tentang konflik antara sifat lama
yang berdosa dan sifat baru yang diterimanya saat dilahirkan
kembali. Jika kita tidak mengatasi godaan dengan serius, kita
akan menjadi seperti pemburu tersebut. Kita akan mendapati diri
melakukan apa yang tidak ingin kita lakukan dan tidak melakukan
apa yang kita tahu harus kita lakukan.
Pemburu itu mengatasi masalahnya dengan mengambil tindakan
tegas. Ia memperlengkapi diri untuk berburu burung pegar dan
pergi tanpa anjing yang mengganggunya. Itulah yang harus kita
lakukan dalam kehidupan rohani. Ketika kita mempersiapkan diri
bagi kehidupan setiap hari, marilah kita putuskan untuk mentaati
perintah, "Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan
senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan
keinginannya" (Roma 13:14).
Jika kita berserah pada Kristus, bersandar pada kekuatan-Nya, dan mengutamakan Dia, kita akan mampu menolak dorongan-dorongan jahat yang timbul dari dalam diri kita. Itulah cara
"meninggalkan anjing di rumah" [RWD]
FOR FURTHER STUDY
Why is it so hard to do what is right?
According to Romans 8:1-17, where do we get
the help we need to live in a way that pleases Christ?
JIKA KEHIDUPAN KRISTEN ANDA TERSENDAT-SENDAT
BEBAN DUNIAWI MUNGKIN SEDANG MENEKAN ANDA
|