Bacaan : 2Timotius 4:1-8
Ketika berkunjung ke Finlandia, saya dapat memahami penggunaan lilin secara berlimpah oleh penduduk Finlandia. Mereka tidak
pernah menggunakan lilin sebagai hiasan semata. Lilin membawa
kehangatan dan cahaya ke dalam rumah mereka selama hari-hari
musim dingin yang singkat. Penduduk Finlandia tahu bahwa lilin
tidak berfungsi kecuali lilin itu dibakar. Tetapi lilin harus
dibakar pada satu ujung saja -- satu hal yang perlu saya pelajari.
Ketika suami saya dan saya memulai pelayanan misi kami, saya
rindu untuk menyala-nyala bagi Allah. Selama beberapa tahun saya
memang menyala, tetapi bukan bagi Allah. Kasus saya adalah kasus
klasik pelayanan yang tidak berguna, yang ditimbulkan oleh masalah pada diri saya sendiri.
Pada suatu malam saya "menghantam dasar karang" dan mengerti
bahwa karang itu adalah Kristus. Ketika Dia mulai mengajarkan
ketergantungan pada-Nya dalam segala hal, lilin dalam kehidupan
saya dinyalakan kembali untuk dipakai oleh-Nya.
Kini saya tahu perbedaan antara "Christian burnout" (orang
Kristen yang jenuh) dan "burning out for God" (menyala-nyala bagi
Allah). Kejenuhan berasal dari pembakaran lilin kehidupan secara
boros pada kedua ujungnya -- tidak baik diterapkan pada lilin
maupun orang Kristen. Menyala-nyala bagi Allah berarti melewatkan
hidup secara bijaksana untuk melayani-Nya -- gema dari kesaksian
Paulus dalam 2Korintus 12:15. Setelah habis terpakai oleh Allah,
kita akan diangkat untuk melayani di surga (Wahyu 22:3). Untuk
itulah kita diciptakan! [JEY]
THINKING IT OVER
What are you doing to serve God?
Do you rely on His strength or your own?
Ask God to help you depend on Him in everything.
YANG PENTING BUKANLAH BERAPA BANYAK YANG KITA LAKUKAN UNTUK ALLAH
MELAINKAN BERAPA BANYAK YANG ALLAH LAKUKAN MELALUI KITA
|