Bacaan : Efesus 4:17-32
Polusi sangat menimbulkan frustrasi! Setiap orang menderita
karena polusi, tetapi setiap orang ikut menyebabkan terjadinya
polusi.
Polusi itu memiliki banyak bentuk, tetapi ada satu yang
sering dilupakan. Charles Swindoll menyebutnya sebagai "polusi
ucapan," yang keluar dari mulut para penggerutu, pengeluh, dan
pengritik. "Racun pesimisme," tulis Swindoll, "menciptakan suasana yang benar-benar negatif di mana yang ditekankan hanyalah
segi buruk dari segala hal."
Sekelompok teman Kristen merasa prihatin atas polusi ini dan
rendahnya partisipasi mereka di dalamnya. Karena itu mereka
membuat perjanjian untuk menghindari kata-kata yang tajam selama
seminggu penuh. Dan mereka dibuat terkejut tatkala mendapati
betapa sedikitnya mereka berbicara! Ketika melanjutkan eksperimen
tersebut, mereka sungguh-sungguh harus mempelajari kembali keterampilan dalam hal bercakap-cakap.
Dalam Efesus 4 Paulus meminta orang-orang percaya untuk
melakukan tindakan tegas. Ia berkata bahwa kita harus "menanggalkan" manusia lama dan perilaku yang mendukakan Roh Kudus (ayat
22,30) dan "mengenakan" manusia baru yang membangun orang lain
(ayat 24). Jika kita bergantung pada pertolongan Roh Kudus
(Galatia 5:16), kita dapat melakukan perubahan dalam hal perilaku, pemikiran, dan perkataan.
Jika kita ingin menyingkirkan polusi ucapan, kita harus
memutuskan untuk berubah dan meminta pertolongan Allah. Inilah
cara yang sangat baik untuk mulai membersihkan kehidupan rohani
kita [JEY]
What! Never speak one evil word,
Or rash, or idle, or unkind!
O how shall I, most gracious Lord,
This mark of true perfection find? --Wesley
BANTULAH MENGHAPUSKAN POLUSI DENGAN MENJAGA UCAPAN ANDA!
|