Bacaan : Ratapan 2:13-19
Keputusasaan. Itulah yang saya dapatkan pada lelaki tua penuh kepahitan yang berkata kepada saya, "Jangan berusaha membuat
saya bertobat dan jangan berdoa bagi saya. Jika saya mati nanti,
satu-satunya tempat yang akan saya tuju adalah dua meter di bawah
tanah."
Laki-laki tua itu membutuhkan pengharapan. Orang-orang yang
hampir menyerah dapat menemukan pengharapan. Pengharapan itu
hanyalah sejauh doa.
Seorang pendeta berjumpa seorang ibu dari tiga anak kecil
ketika mengunjungi sebuah rumah sakit. Suaminya sedang sekarat
karena luka-luka yang dideritanya dalam kecelakaan mobil, dan ibu
itu tidak memiliki siapa pun yang dapat dimintai tolong. Ketika
pendeta menjelaskan rencana Allah tentang keselamatan, ibu itu
mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Kemudian ia ikut berdoa dan
percaya kepada Yesus. Ia belum tahu apa yang akan terjadi, tetapi
doanya yang penuh iman telah memberinya pengharapan. Kini, melalui teman-teman Kristennya yang baru, Allah memeliharanya.
Dalam Ratapan 2, situasinya tampak tak berpengharapan.
Jalan-jalan Yerusalem dikotori oleh mayat-mayat korban yang
dibantai para penyerbu Babel. Tak ada makanan bagi yang hidup.
Tetapi sedikit orang yang selamat itu memperhatikan panggilan
nabi untuk bertobat dan berdoa (ayat 19). Kita tahu dari sejarah
bahwa keadaan menjadi lebih baik dan pembuangan itu berakhir.
Apakah situasi Anda tampak tak berpengharapan? Jangan takut!
Selama Anda memiliki doa, Anda memiliki pengharapan yang nyata
[HVL]
Beyond the losses of this life
That cause us to despair,
New hope is born within our hearts
Because our God is there. --DJD
MESKIPUN ANDA MERASA TAK MEMILIKI APA-APA LAGI
ANDA MASIH MEMILIKI DOA -- DAN ITU CUKUP
|