Bacaan : Kejadian 15:1-6
Suatu ketika Pangeran Albert dari Inggris mengunjungi laboratorium seorang ilmuwan bernama Lyon Playfair. Menurut penulis
biografi Playfair, Sir Wemyss Reid, ketika pangeran dan ilmuwan
itu berdiri di dekat ketel timah yang sedang mendidih, Playfair
bertanya, "Apakah Yang Mulia percaya pada ilmu pengetahuan?"
"Tentu saja," jawab Pangeran Albert. Playfair mencuci tangan
pangeran itu dengan larutan khusus dan kemudian memintanya menggunakan tangannya untuk menyendok sebagian logam panas itu. Sang
pangeran mencelupkan tangannya ke dalam ketel dan menyendok logam
dengan telapak tangannya -- dan ia tidak terluka.
Jika Pangeran Albert dapat memberikan kepercayaan sebesar
itu kepada seorang ilmuwan terpandang, betapa lebih besar lagi
kita dapat meyakini Firman Allah! Abraham mempercayai janji Allah
untuk memberikan keturunan yang sangat banyak walaupun ia dan
istrinya sudah sangat tua (Kejadian 15:5-6; Ibrani 11:8-12). Ia
memberikan teladan yang bijaksana untuk kita ikuti. "Tetapi
terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan,
malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah" (Roma
4:20).
Tidaklah selalu bijaksana untuk percaya pada jaminan yang
diberikan oleh manusia yang mungkin melakukan kesalahan. Tetapi
dengan pasti kita dapat menaruh keyakinan pada pengajaran, janji-janji, dan peringatan dari Dia yang benar-benar dapat kita percayai [VCG]
Great is Thy faithfulness, O God my Father!
There is no shadow of turning with Thee;
Thou changest not, Thy compassions they fail not;
As Thou hast been, Thou forever wilt be. --Chisholm
JANJI-JANJI ALLAH TIDAK MEMILIKI BATAS WAKTU
|