Bacaan : Efesus 1:15-23
Kolumnis suratkabar Jean Calmen suatu kali menulis tentang
seorang guru yang disebutnya Nona K. Pada masa mudanya, Calmen
adalah siswa dari Nona K, karena itu ia mengirimkan sebuah salinan dari artikel yang sangat dibanggakannya kepada gurunya.
Nona K selalu mengajar murid-muridnya untuk memiliki keyakinan pada kemampuan mereka. Karena itu Calmen merasa kecewa ketika
gurunya yang sudah lanjut usia memberikan tanggapan berupa catatan kecil tulisan tangan yang berbunyi, "Saya tahu bahwa kamu
cerdas, tetapi saya tidak pernah menduga bahwa suatu hari saya
akan membaca artikel tulisanmu di suratkabar." Calmen sesungguhnya mengharapkan mantan gurunya berkata, "Saya tahu kamu pasti
berhasil."
Jika ada orang yang seharusnya membangkitkan harapan dan
mengungkap yang terbaik dari orang lain, itu adalah orang Kristen. Dalam Efesus 1 Rasul Paulus memberitahu "murid-murid"nya
bahwa ia terus-menerus berdoa bagi mereka. Dan ia melakukannya
dengan pengharapan yang besar. Ia ingin mereka mengatasi perilaku
melayani diri sendiri dan mengembangkan karakter dan keserupaan
dengan Kristus. Ia mengatakan bahwa mereka dapat melakukan apa
pun yang Allah inginkan untuk mereka lakukan melalui Kristus yang
akan menguatkan mereka (Filipi 4:13).
Ketika mengalami kuasa Allah dalam hidup, kita dapat memberi
semangat kepada orang lain. Bersama-sama kita dapat saling menolong untuk melakukan hal-hal yang besar bagi Dia [MRD II]
If someone sees the best in me,
I make the best my goal;
His faith that God will strengthen me
Encourages my soul. --DJD
SEDIKIT PERCIKAN KEBERHASILAN
DAPAT MENDORONG USAHA-USAHA YANG BESAR
|