Bacaan : Lukas 12:13-21
Pendeta dan penginjil E.V. Hill pulang ke rumah Tuhan dan
Juruselamatnya pada tanggal 25 Februari 2003. Sebagai pembicara
konferensi, ia sangat digemari banyak orang. Tidak banyak orang yang
memperoleh perhatian dan penghormatan dari berbagai kalangan
masyarakat seperti dirinya.
Bertahun-tahun yang lalu, Pendeta Hill diundang untuk berbicara di
sebuah gereja, di pinggiran sebuah kota besar di Amerika Serikat
bagian selatan. Pada pembukaan khotbahnya, Pendeta Hill mengomentari
perbedaan antara daerah pinggiran yang kaya tersebut dengan daerah
perkotaan miskin tempat ia melayani. "Saya tahu apa yang kurang,"
katanya. "Di sini tak ada grafiti sama sekali. Saya bersedia dengan
sukarela membuatkannya bagi kalian. Saya akan mengambil seember cat
dan berjalan mengelilingi kawasan kalian. Lalu saya akan menuliskan
satu kata ini di atas rumah jutaan dolar dan mobil mahal buatan
Eropa milik kalian: sementara. Hanya satu kata itu: sementara. Tak
satu pun dari semua kekayaan itu bersifat kekal."
Kita menikmati dan mengurusi harta kita, dan memang seharusnya
demikian. Namun, Yesus mengatakan bahwa kita tidak boleh dikuasai
oleh harta kita, karena semua itu tidak akan dapat dibawa ke dalam
kekekalan (Lukas 12:15-21). Rumah hanyalah sebuah kotak tempat
berlindung dari hujan dan panas; mobil hanyalah sebuah alat untuk
membawa kita dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena kita tidak
dapat membawanya saat kita meninggal dunia, sebaiknya kita melihat
semuanya itu sebagaimana dilihat oleh E. V. Hill melihatnya:
sementara --Dave Egner
UKURAN SESUNGGUHNYA DARI KEKAYAAN KITA
ADALAH APA YANG AKAN KITA MILIKI DALAM KEKEKALAN
|