Bacaan : Kolose 1:9-18
Profesor John Nash dari Universitas Princeton adalah seorang yang
jenius dalam bidang matematika. Ia menghabiskan sepanjang hidupnya
menekuni dunia angka yang abstrak, persamaan-persamaan -- dan
khayalan. Padahal Nash menderita schizophrenia, yaitu penyakit
mental yang dapat menyebabkan kelakuan aneh dan mengganggu hubungan
dengan sesama. Dengan pertolongan medis dan kasih sayang istrinya,
ia belajar untuk hidup dengan penyakitnya dan akhirnya memenangkan
Hadiah Nobel.
Dalam film tentang kehidupannya, Nash berkata, "Saya selalu percaya
pada angka, persamaan, dan logika yang mem-bawa pada jawaban ....
Pencarian telah membawa saya melewati dunia fisik, metafisik,
khayalan, dan kembali lagi. Dan saya telah membuat penemuan
terpenting dalam hidup saya. Semua alasan yang logis hanya dapat
terjawab dalam persamaan misterius tentang kasih."
Dalam Kolose 1, kita membaca "persamaan misterius tentang kasih"
pada tingkat yang terdalam, yaitu kasih Allah bagi kita dalam
Kristus. Yesus adalah gambaran Allah yang tak kelihatan, dan karena
kasih, Dia telah menciptakan dan memelihara kita (ayat 16,17). Dia
juga telah menyediakan kelepasan dari kuasa kegelapan (ayat 13) dan
pengampunan bagi dosa-dosa kita (ayat 14). Tidaklah mengherankan
jika Paulus berkata bahwa kasih seperti itu "melampaui segala
pengetahuan" (Efesus 3:19). Kasih itu membawa kita melampaui akal
menuju pengertian yang sesungguhnya tentang Allah (1Yohanes 4:16).
Kita harus hidup di dalamnya dan menunjukkan kasih itu, setiap saat
--Dennis De Haan
KASIH ALLAH TIDAK DAPAT DIJELASKAN
KASIH ALLAH HANYA DAPAT DIALAMI
|