Bacaan : Daniel 10
John Wesley percaya bahwa bukan khotbah-khotbahnya, melainkan doa
umat Allahlah yang menyebabkan ribuan orang datang kepada Kristus
melalui pelayanannya. Oleh sebab itu ia berkata, "Allah tidak
melakukan apa pun selain menjawab doa umat-Nya." Apakah pernyataan
ini berlebihan? Ya. Tetapi, fakta membuktikan bahwa doa kita adalah
senjata ampuh dalam peperangan antara Allah dan Setan.
Pada bacaan Kitab Suci hari ini, Daniel sangat sedih atas pewahyuan
mengenai masa depan Israel, sehingga yang da-pat ia lakukan hanyalah
berdoa dan berpuasa. Tiga minggu kemudian datanglah utusan surgawi,
mengatakan bahwa Allah telah mengutusnya ketika Daniel berdoa,
tetapi pemimpin kerajaan orang Persia menentangnya (Daniel 10:13).
"Pemimpin kerajaan" ini adalah roh jahat yang bertugas memengaruhi
penguasa Persia untuk menentang rencana Allah. Ia telah menghalangi
utusan Allah, hingga Mikhael, penghulu malaikat yang terkemuka,
datang memberikan pertolongan.
Pertentangan antara yang baik dan yang jahat terus berlangsung dalam
dunia roh yang tidak terlihat. Paulus mengingatkan bahwa pertarungan
ini melibatkan orang kristiani. Ia mendaftar perisai dan senjata
rohani yang kita butuhkan untuk memenangkan peperangan ini (Efesus
6:13-17), dan kemudian ia menambahkan supaya kita berdoa setiap
waktu (ayat 18).
Doa-doa kita dapat memberi pengaruh yang besar terhadap hasil
peperangan rohani ini. Oleh sebab itu, hendaklah kita setia berdoa
demi memperjuangkan perkara yang baik (1Timotius 1:18) --Herb Vander
Lugt
SETAN GEMETAR
BAHKAN SAAT MELIHAT ORANG KUDUS TERLEMAH MULAI BERDOA
|