Bacaan : Galatia 5:13-26
Saya sedang meluncur di sepanjang jalan raya dengan kecepatan
kira-kira 100 km per jam ketika tiba-tiba di depan saya tampak
dua burung gereja sedang bertarung sengit di tepi jalan.
Bulu-bulu mereka sudah rontok hingga beterbangan, namun mereka
masih saling menyerang dengan dahsyatnya.
Manakala mobil saya semakin mendekat, mereka tampak semakin seru
bertarung. Tiba-tiba mereka terbang bersama-sama dan mengepakkan
sayap membabi buta menuju mobil saya. Lalu dengan suara keras
mereka membentur kaca mobil, dan mati dengan meninggalkan lumuran
darah dan bulu. Mereka sedemikian asyik bertarung sehingga tidak
melihat bahaya yang lebih besar di depannya. Pertikaian itu harus
dibayar dengan nyawa.
Betapa seringnya kita berlaku seperti kedua burung itu! Kita lupa
bahwa dalam suatu perkelahian tidak ada yang menang. Keduanya
adalah sama-sama pihak yang kalah. Saat menyimpan dendam,
kemarahan kita meledak-ledak. Saya tidak tahu apa yang diributkan
kedua burung itu, tetapi yang jelas kematian mereka tidak
berarti. Begitu juga dengan pertikaian-pertikaian kita.
Petiklah pelajaran berharga dari kedua burung gereja itu. Lupakan
keluhan-keluhan Anda, bersiaplah untuk memaafkan, dan mengakulah
bila Anda memang bersalah. Mintalah agar Roh Allah memberi Anda
“kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (ayat
22-23).
Jika Anda sedang terlibat pertikaian, ingatlah pada kedua burung
gereja yang mati konyol itu! – MRD
MENGUMBAR KEMARAHAN KEPADA ORANG LAIN
HANYA AKAN MsENYAKITI DIRI SENDIRI
|