Bacaan : 2 Korintus 9:6-15
Pernahkah Anda bermain domino? Semasa kecil, domino merupakan
pemainan favorit untuk mengisi waktu luang di rumah. Beberapa
waktu lalu tatkala mengunjungi sebuah keluarga, saya melihat
seorang anak laki-laki dan kakeknya sedang bermain domino.
Seketika saya tenggelam dalam kenangan masa kanak-kanak saya.
Sesuatu yang tidak biasa dalam permainan domino adalah Anda dapat
menang meski kehilangan. Untuk menang, Anda harus membuang
kartu-kartu Anda. Siapa pun yang lebih dulu menghabiskan semua
kartu justru akan menang. Anda harus memberi agar menerima,
membuang agar mendapat, dan menghabiskan semua kartu yang
dimiliki agar mencapai puncak kemenangan. Memang tidak seperti
bisbol, tenis atau permainan lain yang mengutamakan tingginya
jumlah run, nilai, atau skor sebagai penentu kemenangan. Dalam
permainan domino, orang yang pertama kali kehabisan semua
miliknya justru akan menang.
Pada umumnya orang berprinsip “Raihlah semua yang mampu kauraih.”
Sedangkan orang yang dewasa rohani seharusnya berprinsip “Berikan
semua yang mampu kauberikan.” Dalam alam rohani, hanya hal-hal
yang kita berikanlah yang bisa kita miliki untuk selamanya. Dalam
kehidupan kristiani, kita harus lebih dulu menjadi tak berarti
agar dapat menjadi berarti. Benih yang hanya disimpan dalam
lumbung akan berjamur dan membusuk, tetapi yang “dibuang” ke
dalam tanah akan tumbuh 30, 60, dan 100 kali lipat. “Sesungguhnya
jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap
satu biji saja” (Yohanes 12:24).
Ingatlah, Yesus memberikan semua yang dimiliki-Nya. Dialah yang
teladan kita –MRD
KEHIDUPAN INI SEPERTI PERMAINAN TENIS –
ANDA TAKKAN MENANG TANPA MELEMPARKAN PUKULAN
|