Bacaan : Pengkhotbah 12
Yang penting bukanlah berapa lama Anda hidup, melainkan bagaimana
Anda hidup. Sebagian orang yang hidup sampai usia 85 tahun
ternyata hanya melakukan sangat sedikit hal dalam hidup mereka.
Sementara itu ada yang hidup relatif singkat, tetapi dalam hidup
yang pendek itu mereka telah melayani Allah dan sesama, dan
pengaruh mereka masih tetap hidup hingga kini.
Banyak orang hanya memikirkan cara untuk memperpanjang masa
tinggal mereka di bumi, sehingga mereka berjuang untuk menambah
usia dalam hidup mereka. Setiap tahun kita menghabiskan miliaran
rupiah untuk membeli obat, vitamin, dan makanan-makanan khusus
yang membantu kita agar bertahan hidup. Namun sesungguhnya kita
lupa bahwa yang membuat hidup ini menjadi berarti adalah kualitas
hidup—bukan kuantitas— dan apa yang kita capai untuk Tuhan. Dan,
hari-hari kita di atas bumi ini akan diperhitungkan dalam
kekekalan hanya ketika kita membaktikan hidup kepada sang
Pencipta (Pengkhotbah 12:1,13,14).
Mulai hari ini, marilah kita berusaha mengisi waktu-waktu yang
ada dengan pelayanan, ibadah, dan segala pekerjaan yang berguna
bagi Yang Mahakuasa. Jika hari ini adalah hari terakhir kita
hidup (siapa tahu itu benar), jangan buang-buang waktu untuk
memimpikan umur panjang, isilah segera dengan menghasilkan buah
yang berlimpah dan menjadi berkat. Daripada berjalan tanpa tujuan
melewati jam dan hari begitu saja, marilah kita sungguh-sungguh
mengisi hidup ini.
Ya, hidup yang berharga (baik panjang ataupun pendek) adalah
hidup yang diisi dengan melayani Tuhan dan membawa berkat bagi
sesama – MRD
LEBIH BAIK MENAMBAHKAN KEHIDUPAN DALAM TAHUN-TAHUN ANDA DARIPADA
MENAMBAHKAN TAHUN DALAM KEHIDUPAN ANDA
|