Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > SIAPA YANG SALAH?
< April
2001
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Kamis, 19 April 2001

Bacaan Setahun : 1 Tawarikh 17-19
Nats : Jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya (Kejadian 43:9)

SIAPA YANG SALAH?

Bacaan : Kejadian 43:1-10

Yehuda bersedia memikul tanggung jawab untuk membawa pulang kembali saudaranya, Benyamin, dari negeri Mesir (Kejadian 43:9). Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Benyamin, Yehuda bersedia disalahkan. Ini merupakan sifat manusia yang langka, karena kita biasanya lebih suka menimpakan kesalahan kepada orang lain.

Pada suatu malam terjadi tabrakan di depan rumah saya. Saya pergi keluar dan menyaksikan kedua pihak yang bertabrakan sedang berdebat sengit mengenai siapa yang bersalah. Pengemudi yang satu berseru, “Anda berada di jalur yang salah dan mengemudi terlalu cepat!” Pengemudi yang kedua menjawab, “Tidak, Andalah yang harus disalahkan. Anda tidak memberi isyarat untuk membelok, dan lampu jauh Anda menyala!” Setelah 30 menit, polisi datang dan perdebatan itu pun terulang kembali.

Salah satu hal yang paling sulit dipelajari adalah belajar untuk mengakui kesalahan dan berkata, ”Saya salah.” Mengapa demikian? Ini terjadi bukan hanya karena seseorang sengaja tidak mau jujur. Namun alasan yang sebenarnya adalah bahwa kita hanya memandang masalah itu dari sudut pandang kita sendiri. Jika kita juga dapat memandang masalah itu dari sudut pandang orang lain, keadaannya mungkin akan sangat berbeda.

Dalam segala hal selalu ada dua sisi. Anda baru akan dapat melihat keduanya bila Anda berhenti menuduh dan mulai mau mendengarkan orang lain dengan rendah hati. Untuk menyelesaikan suatu konflik, Anda harus bersedia mengaku bila Anda memang salah – MRD

AGAR SESUATU BERJALAN BENAR
BERSEDIALAH UNTUK MENGAKU BILA ANDA SALAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran