Bacaan : Hosea 14
Pada suatu pagi di musim panas, sinar matahari menyinari kebun
saya. Sore hari sebelumnya daun-daun pohon jagung yang tumbuh di
situ layu karena kepanasan dan kekurangan hujan. Namun pagi hari
itu jagung-jagung tersebut sudah tampak segar kembali, karena
tiap helai daunnya dihiasi oleh butiran-butiran embun yang
kemilau. Sepanjang malam, udara dingin menimbulkan kelembaban,
yang kemudian menghasilkan embun yang menyegarkan tanaman yang
kekeringan.
Menurut Nabi Hosea, ilustrasi di atas merupakan gambaran tentang
apa yang akan Tuhan perbuat bagi umat-Nya. Allah berkata, “Aku
akan seperti embun bagi Israel” (Hosea 14:6).
Tatkala semangat kita “layu,” tatkala kita dibebani oleh banyak
kesulitan, atau tatkala kita memikul rasa bersalah karena dosa,
Tuhan menawarkan belas kasihan dan anugerah-Nya bagai embun yang
menyejukkan jiwa.
Seperti embun yang muncul di malam yang sunyi untuk membasahi
tanaman, demikian pula embun pengampunan, pertolongan, dan
kekuatan Allah yang menyejukkan dapat diperoleh saat kita berdoa
dan merenungkan firman-Nya.
Mengapa kehidupan dan banyak orang Kristen menjadi layu, kering,
dan tidak berdaya? Dalam banyak hal penyebabnya adalah karena
mereka telah lalai menyediakan waktu khusus setiap hari untuk
bersekutu secara pribadi dengan Allah melalui doa dan mempelajari
firman-Nya.
Apakah Anda membutuhkan kesegaran embun dari Allah? –MRD
UNTUK MENDAPATKAN KESEGARAN ROHANI
MINUMLAH DARI SUMBER AIR FIRMAN ALLAH
|