Bacaan : Matius 11:25-30
Bertel Thorwaldsen, seorang pematung asal Denmark mendapat
pesanan untuk membuat patung Kristus. Mula-mula ia mengambil
tanah liat yang sangat lunak dan membuat modelnya. Kemudian ia
meninggalkan studionya, membiarkan tanah liat yang sudah
dibentuk itu menjadi kering dan keras. Akan tetapi, sepanjang
malam itu kabut tebal yang bergulung-gulung dari laut menimbulkan
kelembaban udara yang mengubah bentuk patung yang sudah
dibuatnya.
Hari berikutnya ketika pematung itu kembali ke studionya, ia
mengira karyanya yang masih mentah itu pasti sudah rusak. Dan,
memang bentuknya sudah tidak lagi sama dengan sebelumnya. Kedua
tangan Yesus yang tadinya terangkat seperti sedang memberkati,
kini menjadi terulur ke depan seolah ingin mengundang setiap
orang untuk datang kepada-Nya. Kepala Kristus yang sebelumnya
menengadah ke langit, kini tertunduk ke bawah, sehingga sebagian
wajah-Nya tak terlihat.
Melihat patung tersebut, Thorwaldsen tiba-tiba sadar bahwa
demikianlah seharusnya patung Yesus dibentuk. “Jika Anda ingin
melihat wajah Kristus,” katanya, “Anda harus datang dengan rendah
hati dan berlutut!”
Semakin banyak kita belajar tentang Kristus dan berusaha mengikut
Dia, kita pun semakin rindu untuk mencerminkan kelembutan dan
kerendahan hati-Nya. Namun berapa banyak dari kita yang dapat
mempraktekkan hal itu? Hanya sedikit dari kita yang
sungguh-sungguh “lemah lembut dan rendah hati” (Matius 11:29).
Semakin dalam kita mengenal Dia, maka kesombongan dan keegoisan
kita akan terkikis habis! –HGB
ANDA DAPAT MEMINTA KERENDAHAN HATI KEPADA TUHAN
NAMUN TAKKAN PERNAH DAPAT BERTERIMA KASIH KARENA SUDAH RENDAH
HATI
|