Bacaan : Wahyu 2:18-21
Pemuda berusia 17 tahun ini memiliki hampir semua hal yang
diinginkan orangtua dari anak laki-lakinya. Ia menyayangi saudara-saudaranya. Ia memilih teman yang baik, dan ia menunjukkan
perhatian kepada mereka yang tidak termasuk dalam lingkungannya.
Ia mengerjakan tugas sehari-harinya di rumah, dan ia bekerja
paruh waktu, sambil tetap menaikkan nilai-nilainya.
Meskipun demikian, ada satu masalah. Ia sepertinya menjadi
orang lain pada saat berada di belakang kemudi. Suatu hari ia
keluar dari tempat parkir dengan begitu cerobohnya sehingga
hampir menabrak dua orang yang sedang berdiri di dekat mobil yang
sedang parkir. Apa yang seharusnya di lakukan orangtuanya mengenai hal ini? Apakah mereka harus mengabaikan kecerobohannya ini
karena segala kebaikan yang dimilikinya? Atau, mereka seharusnya
memperhadapkannya pada kelemahan karakternya ini?
Dalam Wahyu 2, Tuhan mengungkapkan masalah ketidaktaatan
anak-anak-Nya. Walaupun banyak bagian dari hidup kekristenan kita
sejalan dengan kehendak-Nya, tidaklah berarti Dia mengesampingkan
bagian-bagian yang tidak selaras. Titik ketidaktaatan kita kepada
Allah yang dilakukan secara sadar sebenarnya adalah tempat iman
kita diuji. Bapa surgawi kita penyabar dan penuh pengertian,
namun Dia menanggapi ketidaksetiaan dengan serius.
Dalam hal pertumbuhan rohani, masalahnya bukan hanya pada
apa yang saya kerjakan dengan benar, tetapi apa yang saya kerjakan dengan salah [MRD II]
Consider what you\'re doing right --
Thank God for His direction;
Consider what you\'re doing wrong,
Then make complete corretion. --Hess
DOSA AKAN MENAMBAH MASALAH, MENGHABISKAN ENERGI,
DAN MELIPATGANDAKAN KESULITAN ANDA
|