Bacaan : Kolose 3:22-4:1
Ketika saya bekerja di bisnis menggambar setelah tamat SMU,
saya belajar banyak dari Pak tua Frantz. Ia adalah perancang di
kelas ilmu pengetahuan, dan ia menggambar perencanaan untuk
pemasangan meja laboratorium berikut perabotannya.
Kebanyakan orang tidak menganggap menggambar sebagai pekerjaan yang kristiani, tetapi semakin lama saya bekerja di sana
semakin saya melihat pengaruh Pak Frantz yang kuat terhadap
orang-orang yang bekerja dengannya. Ia adalah seorang yang teguh
beriman dalam Kristus dan berpengetahuan menyeluruh tentang
Firman Allah. Ia memberi kesaksian melalui kebiasaan kerja,
semangat, ketekunan, dan integritasnya.
Ruang gambar dapat menjadi tempat untuk berbicara kotor,
gambar-gambar yang tak layak, dan segala ketidaksopanan. Tetapi
itu semua tak pernah dilakukan Pak Frantz. Dan bila ada orang
baru menirukan aksen Jermannya yang kental atau mengolok-olok
imannya, maka rekan-rekan kerjanya segera menghentikan orang
tersebut.
Mengapa? Karena mereka menghormati iman, moralitas, dan
belas kasihan anak Allah ini yang berada di antara mereka. Setiap
kali mereka menghadapi krisis, mereka bersandar pada hikmat dan
dukungan Pak Frantz.
Saya belajar dari orang saleh ini bahwa bila kita melakukan
pekerjaan kita seperti untuk Tuhan, hal itu dapat menjadi kesaksian bagi rekan kerja kita. Itulah yang dapat membuat pekerjaan
kita sungguh-sungguh merupakan pekerjaan Allah [DCE]
Our daily work is used by God
To help us care for daily needs;
And work that\'s done as to the Lord
Give witness to our words and deeds. --DJD
TUNAIKAN PEKERJAAN ANDA BAGI KRISTUS
DAN PEKERJAAN ANDA AKAN BERSAKSI BAGI KRISTUS
|