Bacaan : Ratapan 1:12-20
Selama wawancara televisi, David Frost bertanya kepada
mantan Presiden George Bush bagaimana ia dapat menyelaraskan
antara kepercayaannya akan kasih dan kuasa Allah dengan kesengsaraan dan ketidakadilan dalam hidup. Frost mengingatkan Bush
pada peristiwa ketika ia meneteskan airmata saat melihat anak-anak yang kelaparan dan berduka saat anak perempuannya meninggal.
Bush menjawab, "Tidak pernah terpikir oleh saya untuk menyalahkan Allah atas semua itu." Ia bersikeras bahwa Tuhan telah
menyediakan makanan yang cukup bagi semua orang, tetapi kelaparan
terjadi karena keserakahan dan tindakan tak pantas dari manusia.
Beliau berkata bahwa penyakit anak perempuannya telah membawa
keluarganya semakin dekat satu sama lain dan juga dengan Allah.
Ia terhibur karena tahu bahwa anaknya telah berada di dalam
tangan Bapa Surgawi yang penuh kasih.
Seperti anak-anak yang kelaparan itu, kita mungkin menderita
karena keserakahan dan keegoisan orang lain. Seperti keluarga
Bush, kita mungkin harus menahan rasa duka untuk alasan yang
tidak kita mengerti. Atau, kita mungkin menderita karena dosa
kita sendiri, seperti yang dituliskan Yeremia dalam ratapannya
atas suku Yehuda yang suka melawan (Ratapan 1:5).
Dalam berbagai hal, kita dapat mempercayai Allah dan berkata
bersama pemazmur, "Bahwa aku tertindas adalah baik bagiku"
(Mazmur 119:71). Dengan penuh keyakinan, kita dapat bertanya
bersama Abraham, "Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum
dengan adil?" (Kejadian 18:25) [HVL]
There is so much within this world
Of brokenness and pain.
Yet nothing God in grace allows
Is ever done in vain. --DJD
ALLAH AKAN MENJAUHKAN ANDA DARI PENDERITAAN --
ATAU, DIA AKAN MEMBERIKAN ANUGERAH UNTUK MENANGGUNGNYA
|