Bacaan : Ulangan 8:1-19
Seorang petani Texas berbicara dengan petani dari Oklahoma.
"Seberapa besar ladangmu?" tanya orang Texas itu.
"Oh, sangat besar," jawabnya. "Lebih dari sepuluh hektar."
Tak mau kalah, orang Texas itu menjawab, "Biar saya ceritakan luas tanahnya. Saya dapat mengendarai mobil pada saat matahari terbit, menuju ke Barat, dan pada saat matahari terbenam
saya masih berada di tanah saya."
Orang Oklahoma berpikir sebentar dan tersenyum. "Anda tahu,"
ia berkata, "Saya pernah punya mobil seperti itu dulu!"
Kita perlu merendahkan hati. Membanggakan diri dan sikap
berkecukupan yang mengacuhkan Allah akan melunturkan iman dalam
Firman-Nya dan "menghalangi" berkat-Nya.
Bangsa Israel belajar mengenai hal ini dengan susah payah.
Selama 40 tahun Allah telah menjaga mereka dengan mukjizat manna,
tiang awan, dan tiang api. Tetapi bagi generasi baru yang tidak
tahu apa-apa, hal-hal yang supranatural menjadi hal yang biasa.
Oleh karena itu, Musa mengingatkan mereka bahwa Allah membuat
orangtua mereka merendahkan hati melalui kelaparan, kemudian
memberi makan, sehingga mereka tahu bahwa Dialah yang mencukupi.
Kini ilmu pengetahuan berkembang pesat di berbagai bidang.
Hidup kita semakin baik, dan kita membanggakan kemampuan kita
memecahkan masalah. Kemudian datanglah gema dari masa lalu:
"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman
yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4) [DJD]
Work hard! But give the glory to
The Father up above;
For all good gifts come from His hand
As tokens of His love. --Gustafson
ALLAH TERLEBIH DAHULU MERENDAHKAN ORANG
YANG AKAN DITINGGIKAN-NYA
|