Bacaan : 1Korintus 13:1-13
Hari Valentine yang lalu, saya saling berkirim e-mail dengan
seorang teman yang tengah mendekati usia 30 tahun dan belum punya
hubungan kasih yang serius dengan seseorang. Ia berbakat, lucu,
ganteng, dan seorang Kristen yang taat. Ironisnya, setiap hal
romantis tinggal khayalan belaka baginya.
Mengapa hal ini terjadi? Beberapa bulan sebelumnya, ia
begitu bersemangat dengan seorang wanita muda yang bersurat-suratan dengannya. Dua minggu sebelum pertemuan pertama mereka,
wanita itu meninggal ditabrak oleh pengemudi yang mabuk. Teman
saya ini melakukan perjalanan jauh untuk bertemu dengan keluarga
wanita itu, mengalami kepedihan, dan berjuang mengatasi perasaan
kehilangannya.
Dewasa ini, banyak orang yang merasa hampa akan kasih, sama
banyaknya dengan orang yang bersukacita karena kehadirannya. Di
dalam dunia yang sangat mendambakan kasih, adakah sapaan Tuhan
bagi setiap orang, baik mereka yang memiliki kekasih ataupun
tidak?
Inti dari 1Korintus 13 bukanlah pada dikasihi oleh orang
lain, melaikan memiliki kasih. Kasih ini "menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar
menanggung segala sesuatu" (ayat 7). Bagaimana hal ini mungkin
terjadi? Itulah kasih Allah yang "telah dicurahkan di dalam hati
kita oleh Roh Kudus" (Roma 5:5).
Hari ini atau esok, lebih dari sekadar kartu dan bunga, dari
hati Allah kepada kita, kasih itu ada! [DCM]
On this the day when we express
Undying love and faithfulness,
Let\'s not forget that God above
Gave us His Son in perfect love. --Hess
SEMAKIN KITA MENGERTI KASIH ALLAH KEPADA KITA
SEMAKIN DALAM KASIH YANG AKAN KITA PERLIHATKAN KEPADA SESAMA
|