Bacaan : Yohanes 13:1-17
Suatu kali saya pernah mendengar seorang pengkhotbah berkata, "Lawan kata dari kasih bukanlah benci, melainkan diri sendiri!" Pernyataan yang mengejutkan ini mengingatkan saya pada 2
Timotius 3:1-4 yang berisi daftar tanda-tanda akhir zaman. Salah
satu dari tanda-tanda itu adalah orang semakin "mencintai dirinya
sendiri" (ayat 2). Kebalikan yang mencolok dari orang-orang yang
dikuasai dirinya sendiri adalah mereka yang hidupnya dipenuhi
oleh sikap seorang hamba yang diteladani dari Kristus.
Ketika Yesus mencuci kaki murid-murid-Nya, Dia memberi kita
teladan untuk diikuti (Yohanes 13:15-17). Kita pun harus melayani
orang lain tanpa pamrih.
Itulah yang diungkap Jenderal William Booth, pendiri Bala
Keselamatan, sesaat sebelum meninggal. Misinya yang sederhana
bagi orang miskin di London telah menyebar ke seluruh dunia.
Ketika itu, "pasukannya" sedang berkumpul di suatu pertemuan
internasional. Jenderal Booth menjadi pembicara utama, tetapi
karena sakit beliau tidak dapat datang. Mereka yang hadir menantikan pesan yang akan disampaikan pemimpin tercinta. Karena itu,
dari tempat tidurnya Booth mendiktekan telegram berisi satu kata
yang menjadi khotbah terakhirnya. Pesannya yang terakhir adalah:
"Others!" (Orang lain!).
Jika kita diminta mengucapkan kata terakhir pada hari ini,
apakah yang terucap: perkataan bagi diri sendiri atau bagi orang
lain? Inilah waktunya untuk mengambil keputusan, saat kita masih
dapat berubah [JEY]
When Jesus wahed His followers\' feet,
He stooped to meet their need;
He showed us how to humbly serve,
To love in word and deed. --Sper
SUKACITA DATANG DENGAN MENEMPATKAN YESUS SEBAGAI YANG UTAMA
ORANG LAIN KEDUA, DAN ANDA YANG TERAKHIR
|