Bacaan : 2Korintus 5:1-10
Dalam mengikut Yesus Kristus, kita harus melakukannya dengan
iman. Perjalanan rohani itu harus ditempuh selangkah demi selangkah.
Seperti pejalan yang menapaki jalan kecil di lereng gunung,
ia tak dapat melihat jalan di depannya. Terkadang jalan itu
tampak jelas. Saat lain, tiba-tiba berliku-liku, tidak rata atau
berlumpur, menanjak atau menurun dengan tajam. Yang ia tahu
adalah ia harus mengambil langkah berikutnya.
Namun perjalanan iman rohani kita berbeda dengan pejalan di
lereng gunung itu. Dengan beriman kepada Kristus, kita dapat
terus melangkah maju dengan penuh keyakinan bahwa kita pasti akan
mencapai tujuan.
Puisi anonim berikut dikirim oleh seorang sahabat, menggambarkan perjalanan iman orang percaya:
Bila engkau tiba di akhir batas
Dari semua terang yang kau kenal,
Dan hampir terjatuh ke dalam kegelapan,
Iman selalu tahu bahwa ada tempat untuk bertahan,
Atau engkau akan diajar untuk terbang.
Mungkin saat ini Anda berada tepat di penghujung suatu
tempat yang gelap dan asing. Anda tahu bahwa Anda harus terus
berjalan, tetapi Anda tak dapat melihat tiga meter di depan.
Allah membawa Anda ke tempat seperti itu bukan untuk meninggalkan, melainkan untuk menunjukkan -- mungkin Anda belum pernah
tahu -- bahwa Anda dapat mempercayai Dia sepenuhnya.
Maju terus. Melangkahlah dengan penuh doa ke masa depan yang
belum Anda ketahui. Allah berjanji akan selalu menyertai Anda
(Ibrani 13:5). Anda dapat meyakini bahwa "ada tempat untuk bertahan, atau engkau akan diajar untuk terbang" [DCE]
IMAN BUKANLAH SEBUAH LONCATAN MENUJU KEGELAPAN
MELAINKAN SEBUAH LANGKAH MENUJU TERANG
|