Bacaan : Mazmur 71:1-24
Ketika masih muda, kita tak sabar menunggu masa dewasa.
Ketika sudah tua, kita merindukan kembali masa muda yang sudah
berlalu. Sungguh ironis!
Allah ingin kita menerima setiap masa dalam hidup dengan
sukacita. Berapa pun usia kita, Dia meminta kita berjalan menuju
kehendak-Nya, dan menerima setiap pergumulan yang Dia izinkan
terjadi seiring dengan kekuatan yang Dia sediakan.
Seorang wanita yang menghadapi cobaan karena bertambahnya
usia bertanya kepada J. Robertson McQuilkin, seorang utusan
Injil, "Mengapa Allah membiarkan kita menjadi tua dan lemah?"
McQuilkin berpikir sejenak dan menjawab, "Saya pikir, Allah telah
merancang bahwa kekuatan dan kecantikan orang muda bersifat
jasmani. Namun, kekuatan dan kecantikan usia tua bersifat rohani.
Lambat laun kita kehilangan kekuatan dan kecantikan yang sementara itu, sehingga dapat memusatkan perhatian pada kekuatan dan
kecantikan yang kekal. Dengan demikian kita berhasrat meninggalkan bagian dari diri kita yang sementara dan memburuk, dan sungguh-sungguh merindukan rumah abadi kita. Jika kita tetap muda,
kuat dan cantik, kita tidak akan pernah mau meninggalkannya."
Apakah Anda berada di musim semi kehidupan? Percayalah pada
waktu Allah dalam mewujudkan impian Anda. Apakah Anda berada di
musim panas atau musim gugur? Hadapilah tantangan yang Anda
jumpai setiap hari. Dan bila Anda merasakan dinginnya musim
dingin, berusahalah mengenal Allah dengan lebih baik. Kehadiran-Nya dapat menjadikan setiap masa dalam hidup Anda penuh dengan
kekuatan dan kecantikan [DJD]
Only this hour is mine, Lord --
May it be used for Thee;
May every passing moment
Count for eternity. --Christiansen
PENYERAHAN DIRI KEPADA KRISTUS BUKANLAH PILIHAN SATU KALI
MELAINKAN TANTANGAN SETIAP HARI
|