Bacaan : Yesaya 43:22-28
Es musim dingin di sebuah danau telah mencair ketika seorang
anak lelaki asal Michigan berusia tujuh tahun memutuskan untuk
berdayung. Kapal kecilnya adalah separuh drum minyak yang ia
temukan di tepi pantai, dan dayungnya adalah sebuah sekop salju
yang dipipihkan. Dayung buatannya itu berfungsi dengan sangat
baik sehingga mampu membawanya ke tengah danau, tetapi kemudian
drum itu mulai terisi air. Untunglah para tetangga mendengar
teriakannya meminta tolong, dan ia pun tertolong tepat pada
waktunya. Sekali lagi, seorang anak belajar tentang bahaya dari
"yang namanya anak tetap anak."
Serupa dengan kisah di atas, Yesaya 43 juga menggambarkan
bahaya atas situasi "yang namanya manusia tetap manusia." Berbicara pada bangsa Israel, Allah menyatakan bahwa hanya Dia yang
dapat menyelamatkan mereka dari kebodohan rohani mereka (ayat 21-24). Dia mengingatkan Israel bahwa mereka telah mengikuti jalan
mereka sendiri. Seperti anak yang masih hijau, mereka tidak
memiliki pandangan jauh ke depan. Namun Tuhan segera meyakinkan
bahwa jika mereka mau mengingat-Nya dan mengakui perkara mereka,
Dia akan menghapus dosa pelanggaran mereka, dan mereka dapat
diselamatkan (ayat 25,26).
Sebagai orang percaya, kita juga menerima janji itu. Ketika
kita mendapati diri tenggelam sebagai akibat dosa kita sendiri,
sekali lagi kita dapat menemukan bahwa Allah adalah penyelamat
hidup kita. Jangan biarkan kesombongan menahan kita berteriak
meminta tolong seperti seorang anak [MRD II]
What troubles overwhelm the soul
Because we\'ve chosen paths of sin!
But if we humbly call on God,
He\'ll grant anew His peace within. --DJD
LANGKAH PERTAMA UNTUK MENERIMA PENGAMPUNAN ALLAH ADALAH
MENGAKUI BAHWA KITA MEMBUTUHKAN PENGAMPUNAN ITU
|