Bacaan : Matius 1:18-25
Banyak orang percaya adanya Sinterklas. Berdasarkan jajak
pendapat yang dilakukan oleh KRC Research pada tahun 1996 dan
diungkapkan dalam U.S. News & World Report, sembilan persen orang
dewasa Amerika menyatakan masih percaya adanya penduduk kuno
Kutub Utara itu.
Barangkali hal ini tidaklah mengejutkan bila kita menyadari
bahwa tidak ada waktu lain di mana kita memusatkan seluruh perhatian hanya pada satu tema seperti saat Natal. Secara umum kita
mengenal tokoh fiksi Sinterklas sebagai bagian yang menyatu
dengan perayaan Natal. Ia menjadi simbol dari pemberian hadiah,
yang menjadi acara utama dalam hampir setiap perayaan di hari
besar itu. Apa yang dipercaya banyak orang di saat Natal adalah
semangat memberi.
Seperti halnya semangat yang mengagumkan itu, ada sesuatu
yang lebih agung dan mampu mengubah hidup manusia, yang patut
kita percayai. Pada saat Natal kita perlu memusatkan perhatian
pada kebenaran-kebenaran berikut:
* Nubuat akan kelahiran Yesus (Yesaya 7:14; 9:1-7).
* Keajaiban dikandungnya Yesus oleh Maria (Matius 1:18).
* Kesempurnaan Kristus-bayi yang kudus (Lukas 1:35).
* Misi sang Bayi (Matius 1:21).
Secara menakjubkan sang Pencipta dunia ini menjadi Manusia
di pagi hari pada Natal yang pertama agar Dia dapat memberi
hadiah hidup kekal kepada kita. Itulah sesuatu yang lebih agung
yang patut kita percayai di hari Natal [JDB]
The greatest gift in history;
Almighty God becoming man;
He left His throne and slept on straw,
In keeping with salvation\'s plan. --Sper
HADIAH TERBAIK DI DUNIA INI
TERBUNGKUS DI DALAM PALUNGAN
|