Bacaan : Lukas 2:8-14
Mengapa kita merayakan hari kelahiran Yesus dengan cara yang
sangat berbeda dengan hari kelahiran lainnya? Meskipun hari
kelahiran tokoh-tokoh sejarah sering diperingati untuk menghormati jasa-jasa mereka, kita tidak pernah mengenang mereka sebagai
bayi-bayi mungil. Kita tidak membayangkan sedikit pun tentang si
kecil Abraham Lincoln yang lucu di rumah kayunya di Kentucky.
Tidak, kita mengingatnya karena sumbangsihnya ketika dewasa.
Lain halnya dengan Yesus, adalah patut bila hari ini kita
merayakan-Nya sebagai Bayi. Renungkanlah hal ini. Ketika Dia
lahir, para gembala datang memberi hormat kepada-Nya (Lukas
2:15,16). Kemudian, orang-orang majus datang membawa persembahan
(Matius 2:8-12). Mereka tidak tahu apa yang nantinya akan digenapi Kristus. Namun mereka melakukan hal yang benar, karena kelahiran Yesus adalah peristiwa paling luar biasa dalam sejarah umat
manusia.
Yesus sebagai Bayi memang luar biasa, karena Dia adalah
Allah dalam wujud manusia. Dialah pencipta semesta yang berkunjung ke planet ini. Jangan segan-segan merayakan kelahiran Bayi
Yesus di hari Natal. Kagumilah penjelmaan-Nya, dan persembahkanlah hormat terhadap Bayi mungil yang telah mencipta para pengikut-Nya. Lalu undurlah dengan kekaguman, karena kisah selanjutnya
lebih luar biasa lagi. Bayi kudus ini tumbuh menjadi manusia
sempurna yang rela mati menebus dosa-dosa Anda dan saya.
Rayakanlah Bayi Yesus, dan percayalah bahwa Dia adalah
Juruselamat. Dengan demikian kita membuat Natal menjadi sempurna
[JDB]
How wonderful that we on Christmas morn,
Though centuries have passed since Christ was born,
May worship still the Living Lord of men,
Our Savior, Jesus, Babe of Bethlehem. --Hutchings
ORANG MAJUS MASA KINI TIDAK HANYA SUJUD MENYEMBAH DI
DEPAN PALUNGAN, MELAINKAN JUGA DI DEPAN SALIB
|