Bacaan : Kolose 3:5-10
Ketika menyusuri sebuah jalan di Long Beach, California,
saya teringat bagaimana perilaku seseorang dapat menimbulkan
salah pengertian terhadap berita Injil dan membuat dunia yang
terhilang ini memberi penilaian yang keliru. Saya bertemu dengan
seseorang yang bertanya apakah yang saya andalkan dalam hidup
ini. Ketika saya menjawab dengan kepercayaan akan Anak Allah, ia
begitu gembira. Ia mengatakan bahwa ia juga mengenal Kristus
sebagai Juruselamatnya dan mengutip beberapa ayat Alkitab mengenai hidup kekal.
Setelah kami berpisah, orang itu membuat saya terdorong
untuk memberitakan Firman Allah. Yang menjadi masalah bagi saya
dalam menerima nasihatnya adalah karena saat itu ia berbicara
dalam keadaan mabuk berat. Dengan suara yang tak jelas beberapa
kali ia berseru "Pujilah Tuhan!" dan menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang. Sepanjang jalan, dalam kemabukannya, pria
itu mewartakan kesaksian yang meragukan atas kebenaran yang ia
ucapkan.
Begitu berjalan meninggalkannya, saya tersentak oleh kenyataan bahwa kredibilitas Kristen dapat lenyap bila perilaku kita
masih menunjukkan bahwa kita lebih dikuasai nafsu dosa daripada
Roh Kudus. Kita tak mungkin mengharapkan orang lain mempercayai
berita Injil bila perilaku kita berlawanan dengan berita tersebut. Setiap hari kita harus "mematikan" berbagai perilaku yang
menodai kesaksian kita (Kolose 3:5). Dengan demikian kita tidak
akan memberikan "bukti-bukti mati" terhadap iman kita yang hidup
[MRD II]
May all I am and do and say
Give glory to my Lord always,
And may no act of mine cause shame
Nor bring reproach upon His name. --Anon.
CONTOH YANG BURUK MERUSAK PERKATAAN YANG BAIK
|