Bacaan : 2Timotius 3:10-17
Thomas Mann, seorang penulis novel bertaraf internasional,
menulis seluruh seri buku tentang Yusuf, orang yang menjadi pusat
perhatian dalam kitab Kejadian 37-50. Dari situ kita dapat melihat bahwa Mann memiliki pengetahuan yang tidak dangkal tentang
Alkitab.
Namun, penulis biografinya mencatat bahwa pada hari Natal
tahun 1940, Mann membacakan Alkitab sebagai "hiburan" bagi keluarganya. Suatu ketika Mann mengatakan, "Buku ini memberi hiburan yang menyenangkan, tepat seperti yang saya butuhkan."
Barangkali kita heran mengapa keluarga itu terhibur dan apa
yang dimaksud Mann dengan mengatakan Firman Allah yang kudus
sebagai "hiburan yang menyenangkan." Sekalipun Alkitab benar-benar memuat sesuatu yang lucu, tetapi pesan-pesan di dalamnya
berbicara tentang hal-hal yang benar-benar serius dan berkenaan
dengan kekekalan.
Karena merupakan Firman Allah dan karena itu pula merupakan
Firman Kebenaran, Alkitab harus dibaca dengan hormat. Pengajarannya yang kekal seharusnya membangkitkan ucapan syukur dan ketaatan, tetapi pasti bukan sebagai hiburan belaka.
Bagaimana Anda dan saya membaca Alkitab? Sebagai hiburan
yang menyenangkan, atau seperti membaca cerita fiksi picisan?
Ataukah kita membacanya sebagai sumber terang dan pengharapan
yang tak ternilai harganya, yang menuntut perhatian kita yang
sungguh-sungguh dan disertai doa setiap hari?
Kebenaran Alkitab inilah yang tepat seperti yang kita butuhkan [VCG]
Thy Word is a lamp to my feet,
A light to my path alway,
To guide and to save me from sin
And show me the heavenly way. --Sellers
BACALAH ALKITAB SEOLAH-OLAH ALLAH SEDANG BERBICARA KEPADA ANDA
YA, MEMANG DEMIKIANLAH KEADAAN SEBENARNYA!
|