Bacaan : Yakobus 5:1-6
Saat di Haiti, saya melihat seorang wanita tua miskin di
sebuah pos misi. Ia telah berjalan berkilo-kilo meter untuk
mencari makan, tetapi masih juga membaginya dengan seorang gadis
muda. Ketika saya menceritakannya kepada "Granny," seorang veteran utusan Injil, ia berkata, "Herb, orang yang sangat miskin jauh
lebih murah hati daripada orang yang sangat kaya."
Saya pikir Granny benar. Meskipun ada beberapa jutawan yang
saleh, dermawan, dan baik hati, mereka itu hanya perkecualian
dari yang lazim.
Sejak zaman nabi-nabi Perjanjian Lama hingga kini, banyak
kaum kaya yang memeras kaum miskin. Yakobus memperingatkan orang
sezamannya bahwa kekayaan orang yang menindas kaum miskin "akan
menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti
api" (Yakobus 5:3).
Bahkan masa kini orang kaya menyumbang relatif sedikit bagi
yang membutuhkan. Penulis terkenal Vance Packard berkata bahwa
Amerika memiliki setidaknya 800 orang dengan kekayaan lebih dari
Rp 250 milyar. Seberapa banyak yang mereka sumbangkan untuk
gereja dan amal? Kurang dari 2%!
Terkadang saya ingin memiliki kekayaan, memikirkan hal-hal
baik yang bisa saya lakukan dengan itu. Jika terjadi, sungguhkah
saya akan melakukannya? Paulus mengingatkan bahwa menginginkan
kekayaan merupakan jerat (1Timotius 6:9). Menyadari hal ini,
kita patut menghargai orang kaya yang murah hati. Kita juga patut
bersyukur kepada Allah atas berkat yang dilimpahkan-Nya kepada
kita, dan salurkanlah berkat itu sesuai dengan kemampuan kita
[HVL]
FOR FURTHER STUDY
Compare the rich young ruler (Lk. 18:18-27)
with the believers at Macedonia (2Cor. 8:1-6).
Who gave generously? How does this apply to your life?
ORANG YANG TIDAK MEMILIKI UANG DISEBUT MISKIN
ORANG YANG TIDAK MEMILIKI APAPUN SELAIN UANG JAUH LEBIH MISKIN
|