Bacaan : Yesaya 53
Di antara pemandangan puing-puing yang terbakar dan orang-orang kalut
yang disiarkan di televisi, seorang reporter mengatakan, "Sebuah
organisasi teroris telah menyatakan bertanggung jawab atas pengeboman
tadi malam yang menewaskan 23 orang dan banyak orang luka-luka."
Peristiwa itu bukanlah sebuah aksi kekerasan yang terjadi secara
acak, tetapi ternyata telah diperhitungkan untuk menakut-nakuti orang
lain dan menjadi agenda mereka selanjutnya yang mengatakan, "Kami
melakukannya."
Pada sisi lain, ada salah satu aksi terkejam dalam sejarah yang
ditujukan untuk membawa damai dan kesembuhan, bukannya ketakutan.
Selain itu, Allah menyatakan bertanggung jawab dalam nubuatan Yesaya,
tujuh abad sebelum itu terjadi. Sang nabi menubuatkan kematian Mesias
dengan mengatakan: "Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia
diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan
keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh .... Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia
dengan kesakitan" (Yesaya 53:5,10).
Sesaat sebelum disalibkan, Yesus Kristus berkata, "Tidak seorang pun
mengambil [hidup-Ku] dari Aku, melainkan Aku memberikannya menurut
kehendak-Ku sendiri .... Inilah perintah yang Kuterima dari Bapa-Ku"
(Yohanes 10:18). Yesus rela mati untuk menebus dosa-dosa kita,
sehingga kita mampu hidup dengan memiliki iman kepada-Nya.
Allah menyatakan bertanggung jawab atas kematian Putra-Nya, dan
mengizinkan setiap orang untuk memperoleh karunia pengampunan-Nya
--DCM
PENCARIAN PENGAMPUNAN BERAKHIR SAAT KITA MENEMUKAN KRISTUS
|