Bacaan : Yohanes 10:1-11
Saat keluarga kami berkunjung ke Disneyland, saya merenungkan tanda
yang terpasang di atas pintu gerbang masuk, "Selamat datang ke tempat
yang paling membahagiakan di bumi ini." Di sepanjang sisa hari itu,
saya memandang wajah orang-orang yang ada di situ dan terkesan oleh
sedikitnya orang yang benar-benar tersenyum sepanjang kunjungan
mereka ke "tempat paling membahagiakan di bumi ini". Perhatian saya
menjadi terpecah saat menjelajahi taman itu -- berusaha memastikan
anak-anak saya menikmati saat yang menyenangkan, lalu bertanya-tanya
mengapa ada begitu sedikit orang dewasa yang kelihatannya merasa
bahagia.
Saat memikirkan hari itu, saya teringat sebaris lirik lagu lama yang
berbunyi, "Hidup terus berlanjut, lama setelah sensasinya hilang."
Sepertinya memang demikian.
Secara kualitatif, menjalani hidup dalam kepenuhan itu berbeda dengan
sekadar hadir. Bahkan Yesus pun berkata bahwa memampukan kita untuk
hidup secara penuh adalah bagian dari misi-Nya: "Aku datang, supaya
mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah"
(Yohanes 10:10). Dia datang supaya kita dapat mengalami hidup yang
penuh -- bukan menurut standar dunia yang telah jatuh ke dalam dosa,
melainkan hidup seperti seharusnya, yaitu hidup sesuai dengan rencana
dan kehendak Sang Pencipta kehidupan.
Dengan datang untuk menyediakan pengampunan bagi orang-orang yang
memberontak dan hancur, Yesus telah memungkinkan kita untuk menjalani
hidup penuh sukacita dan pengharapan di dunia yang penuh keputusasaan
--WEC
DENGAN MENGENAL ALLAH
MAKA AKAN MUNCUL LAGU DI HATI DAN SENYUM DI WAJAH ANDA
|