Bacaan : 1 Korintus 1:18-31
Setiap malam, Howard dan Mel sering mengunjungi bar-bar murahan di
wilayah Grand Rapids, Michigan untuk melewatkan satu hari lagi yang
menyedihkan. Akhirnya, karena terlalu kecewa oleh hidupnya yang
sia-sia, Mel naik kereta ke Chicago, tempat yang diharapkannya dapat
mengakhiri semua itu.
Akan tetapi, saat ia berjalan dengan bertelanjang kaki di tengah
badai salju di Chicago tahun 1897 untuk bunuh diri di Danau Michigan,
ia dihentikan oleh seorang pekerja dari Pacific Garden Mission. Mel
masuk ke dalam gedung, mendengarkan Injil, dan menerima Kristus
sebagai Juru Selamatnya.
Kemudian, Mel kembali ke Grand Rapids untuk merintis sebuah misi.
Howard mendengar bahwa Mel diselamatkan dan tidak mabuk-mabukan lagi.
Namun, bukannya percaya kepada Yesus, Howard justru hanya
menertawakan "Mel Tua". Baginya, "pemberitaan tentang salib ...
adalah kebodohan" (1 Korintus 1:18). Akhirnya, Howard menelan akibat
dari kebiasaannya mabuk-mabukan, dan ia pun bunuh diri.
Lebih dari seratus tahun kemudian, Lembaga Misi Mel Trotter masih
menyambut orang-orang yang memerlukan tempat tinggal dan yang
membutuhkan Yesus. Dan seratus tahun kemudian, keluarga kami masih
berduka atas kematian Howard. Ia adalah kakek dari istri saya.
Seperti Mel dan Howard, kita pun mempunyai pilihan. "Siapa saja yang
percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja
yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan
murka Allah tetap tinggal di atasnya" (Yohanes 3:36). Manakah yang
Anda pilih? --JDB
MEMILIH KRISTUS SEKARANG BERARTI
MEMILIH PILIHAN YANG BERSIFAT ABADI
|