Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > LARI DARI ALLAH
< Januari
2007
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 23 Januari 2007

Bacaan Setahun : Keluaran 7-8; Matius 15:1-20
Nats : Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan (Yunus 1:3)

LARI DARI ALLAH

Bacaan : Yunus 1:1-10

Mengapa orang melarikan diri dari Allah? Apakah karena kemarahan, kekecewaan, keputusasaan, ketidaktaatan, atau jaring-jaring pemberontakan yang ditenun dari hasrat diri sendiri?

Kitab Yunus menceritakan suatu kisah tentang seorang nabi yang menolak panggilan dari Allah untuk menyampaikan firman-Nya kepada orang-orang di Niniwe. Di pasal yang pertama (ayat 3,10), kita membaca bahwa Yunus dengan sengaja pergi ke Tarsis untuk melarikan diri dari Tuhan. Ia tahu dengan pasti tujuan kepergiannya, serta alasannya. Setelah diberi kesempatan yang kedua (3:1,2), Yunus pun menyampaikan pesan Allah, tetapi ia menanggapi dengan marah saat Tuhan mengasihani kota yang bertobat tersebut (3:10-4:2).

Kitab itu diakhiri dengan pembicaraan antara Tuhan dan Yunus tentang belas kasihan-Nya: "Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe" (4:11). Akan tetapi, di situ tidak ada pertanda bahwa sang nabi yang bersungut-sungut itu mengubah kelakuannya. Orang Niniwe bertobat, tetapi Yunus tidak.

Kisah Yunus selayaknya membuat kita jujur tentang perasaan kita terhadap Tuhan. Apakah kita menyimpan kekesalan atas kemurahan hati-Nya terhadap orang-orang yang menurut kita pantas mendapat hukuman? Apakah kita sudah lupa bahwa Allah telah mengampuni kita? Apakah kita siap menaati panggilan-Nya dan memercayakan hasilnya kepada Dia?

Kisah Yunus menyoroti reaksi kita kepada Allah dan mengukur kesediaan kita untuk memercayai-Nya saat kita tidak dapat memahami jalan-Nya --DCM

ORANG YANG PALING MENYUKAKAN ALLAH
ADALAH ORANG YANG PALING MEMERCAYAI DIA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini