Bacaan : 2 Korintus 10:12-18
Ketika saya masih kecil, saya harus mengenakan kacamata. Yang
menarik, penglihatan saya membaik, dan mulai SMA sampai usia 40 tahun
saya tidak memerlukan kacamata lagi. Pada rentang usia yang penting
itu, saya memiliki penglihatan yang sangat baik. Sekarang, karena
degradasi alami yang terjadi pada mata, saya kembali mengenakan
kacamata untuk melihat jauh dan dekat. Tanpa kacamata, penglihatan
saya kabur.
Mengenai "penglihatan rohani" kita, Paulus berkata, "Sekarang kita
melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti
kita akan melihat muka dengan muka" (1 Korintus 13:12). Kata
samar-samar (enigma dalam bahasa Yunani) mengandung arti bahwa
sebagus apa pun penglihatan rohani kita dalam kehidupan duniawi
sekarang, tetaplah tidak sempurna.
Zaman dahulu, orang tidak memiliki cermin yang jelas seperti zaman
sekarang. Sebagai gantinya, cermin pada zaman itu dibuat dari logam
yang dikilapkan, dan cermin itu memberikan bayangan yang samar-samar,
tidak jelas. Yang terlihat melalui cermin hanyalah perwujudan tidak
sempurna dari apa yang bisa tampak jelas jika dilihat langsung.
Jika Anda menanyakan apa yang sedang dikerjakan Allah dalam hidup
Anda, teruslah memercayai-Nya dan carilah kejelasan jawabannya
melalui doa dan firman-Nya.
Saat ini, pemahaman kita memang masih terbatas (1 Korintus 13:9).
Penglihatan rohani kita masih kabur, tetapi kelak kita akan melihat
dengan jelas di surga. Kita akan melihat Yesus "muka dengan muka"
--HDF
TIDAK ADA PENIPUAN YANG LEBIH BERBAHAYA
DARIPADA PENIPUAN TERHADAP DIRI SENDIRI
|