Bacaan : 1 Petrus 2:1-10
Dalam novel berjudul No Blade of Grass, sebuah virus ganas menyerang
rumput-rumput di dunia. Tak hanya rumput halaman rumah yang
diserangnya, tetapi semua jenis rumput, termasuk gandum, jelai,
gandum hitam, oat [sejenis gandum], dan padi. Dalam beberapa bulan,
dunia jatuh dalam kelaparan dan pasangannya yang brutal, yaitu
kekerasan. Orang-orang mulai berkelahi dan membunuh demi makanan.
Novel itu menggambarkan adegan yang terjadi di dunia saat terjadi
bencana kelaparan baru-baru ini. Saat ditayangkan di berita televisi,
situasi itu tampak mengerikan. Namun, saya hanya dapat
membayangkannya.
Nabi Amos membicarakan jenis kelaparan yang lain. Ia menyebutnya
kelaparan akan "mendengarkan firman Tuhan" (8:11). Jika kekurangan
makanan dapat menimbulkan penyakit dan kematian, kekurangan firman
dapat membawa dampak yang kekal. Tanpa terhubung dengan firman Allah,
kita akan kekurangan hikmat untuk hidup dan pesan hidup kekal dalam
Kristus. Sebagai orang kristiani, kita membutuhkan "air susu yang
murni dan rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh" (1 Petrus 2:2). Kita
pun dapat merasakan apa yang dirasakan sang nabi saat berkata,
"Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku
menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi
kesukaan hatiku" (Yeremia 15:16).
Dunia saat ini sedang mengalami kelaparan terhadap pengenalan akan
Allah yang dapat memuaskan kebutuhan hati umat manusia. Marilah kita
membantu mengisi hati mereka dengan membagikan firman-Nya --WEC
TANPA MEMILIKI HATI YANG DITUJUKAN KEPADA ALLAH
KITA TAK DAPAT MENDENGARKAN FIRMAN-NYA
|