Bacaan : Amsal 16:1-9
Saat berusia 18 tahun, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program
pendeta di Moody Bible Institute. Saya dapat membayangkan diri saya
berkhotbah dan memimpin sebuah gereja sama seperti yang dilakukan
oleh pendeta di gereja saya. Kemudian, setelah mendengar tentang lima
misionaris setia yang melayani orang-orang Indian Auca yang terbunuh
secara tragis di Ekuador, saya bahkan sempat berpikir untuk
mengabdikan hidup saya untuk karya misi.
Akan tetapi, Allah memiliki jalan yang berbeda dengan apa yang saya
rencanakan. Melalui pimpinan-Nya yang jelas, dan sesuai dengan
karunia yang telah diberikan-Nya, saya akhirnya menjadi seorang guru,
editor, dan penulis.
Banyak dari kita yang memiliki pengalaman yang sama. Kita berpikir ke
depan dan dengan hati-hati menyusun rencana. Kita membayangkan dengan
sangat rinci bagaimana masa depan kita nantinya. Akan tetapi, banyak
hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Beberapa pintu tertutup,
sementara pintu-pintu lainnya terbuka. Jika ini terjadi kepada Anda,
barangkali Allah memiliki rencana yang jauh berbeda.
Membuat rencana, bermimpi, dan berpikir ke depan itu memang baik.
Namun, kita harus selalu terbuka kepada perubahan arah yang
ditentukan Allah. "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya," Salomo
menulis, "tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya" (Amsal
16:9).
Allah tidak akan pernah menyesatkan kita. Apabila kita memercayai-Nya
dengan sepenuh hati, maka Dia akan mengarahkan langkah-langkah kita
(Amsal 3:5,6). Jalan-Nya selalu yang terbaik --DCE
KE MANA ALLAH MENUNJUK
TANGAN-NYA MEMBUKA JALAN
|