Bacaan : Matius 19:16-26
Enam orang perampok bersenjata api menerobos penyimpanan kotak
deposit di sebuah bank di kota London dan mencuri barang-barang
berharga senilai lebih dari tujuh juta dolar [kira-kira 70 miliar
rupiah]. Seorang wanita, yang memiliki perhiasan senilai 500.000
dolar [kira-kira lima miliar rupiah], meratap, "Semua yang saya
miliki ada di situ. Seluruh hidup saya ada di dalam kotak itu."
Sebagian orang telah mengambil risiko yang bodoh dengan berpegang
pada harta mereka. Mereka mati karena menyerbu masuk ke dalam rumah
yang terbakar api atau terbunuh karena melawan para perampok yang
membawa senjata api. Mereka sepertinya merasa bahwa tanpa harta
benda, hidup menjadi tidak ada artinya lagi. Orang yang lain jatuh ke
dalam keputusasaan, bahkan langsung bunuh diri saat harta benda
mereka hilang.
Keterikatan yang mendalam dengan harta sangat membahayakan hidup
kerohanian kita. Keterikatan yang tidak sehat pada hal-hal yang
bersifat materi dapat menghalangi orang yang belum percaya untuk
datang kepada Kristus dan menghalangi orang percaya untuk hidup bagi
Dia. Kisah pemuda yang kaya melukiskan dengan tajam kebenaran
tersebut. Perkataan Yesus, "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah
dan kepada [uang]" (Matius 6:24) tentunya berlaku bagi kita semua.
Buatlah jarak yang lebar antara Anda dan harta Anda. Dengan begitu
Anda akan terhindar dari banyak duka. Apabila Anda belum percaya
kepada Kristus, janganlah membuat kesalahan seperti pemuda yang kaya
tadi. Hal itu akan membuat Anda kehilangan jiwa Anda --HVL
LEBIH BAIK KAYA DI DALAM ALLAH
DARIPADA KAYA DALAM HARTA BENDA!
|