Bacaan : Mazmur 145
Margaret memperhatikan bagaimana ibunya berdoa memohon
pertolongan yang benar-benar dibutuhkan oleh keluarganya yang
miskin. Namun, meski ibunya terus berdoa, keluarganya tetap
miskin. Karena itu Margaret kemudian menyimpulkan bahwa tidak ada
gunanya berdoa.
Sekarang, beberapa puluh tahun kemudian, Margaret menjadi
seorang ateis. "Saya pikir jika doa memang ada gunanya," katanya,
"doa itu akan menghasilkan sesuatu." Margaret salah menafsirkan,
ia mengira bahwa doa-doa ibunya adalah alat untuk menguji
keberadaan Allah.
Doa bukanlah balon percobaan yang dikirim ke surga untuk
mengetahui apakah Allah ada di sana. Doa adalah kesempatan yang
Allah berikan kepada kita untuk berkomunikasi dengan-Nya.
Menggunakan doa untuk menguji keberadaan Allah merupakan
penghinaan terhadap Dia yang menciptakan kita.
Mazmur 145:18 berbunyi, "Tuhan dekat pada setiap orang yang
berseru kepada-Nya." Bagi mereka yang mengalami kesulitan, janji
itu lebih bernilai dari pertolongan lahiriah yang bersifat
sementara. Bacaan di atas juga menjelaskan bahwa Allah
mengharapkan sesuatu dari kita. Saat kita berdoa, Dia berharap
agar kita "berseru kepada-Nya dalam kesetiaan" (ayat 18) dan
"takut akan Dia" (ayat 19).
Keberadaan Allah tidak diuji saat kita berdoa. Kita tidak
membuat permohonan kepada-Nya untuk melihat apakah Dia
benar-benar ada. Saat berdoa, kita menunjukkan kepada Allah bahwa
kita beriman kepada-Nya dan bersedia melakukan apa yang
dikatakan-Nya.
Doa bukanlah ujian bagi Allah. Doa adalah penyembahan kepada
Allah --JDB
Speak, Lord, in the stillness
While I wait on Thee,
Hushed my heart to listen
In expectancy. --Grimes
BERDOALAH UNTUK MENGENAL ALLAH
JANGAN SEMATA UNTUK MEMINTA SESUATU DARI ALLAH
|