Bacaan : Mazmur 40:2-6
Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa Allah "memberikan
nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita" (Mazmur
40:4). Nyanyian itu tidak ia peroleh dengan mudah. "Ia mengangkat
aku dari lubang kebinasaan," pemazmur bersaksi, "dari lumpur
rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan
langkahku" (ayat 3).
Kita tidak tahu "lubang" apa yang dimaksudkan. Barangkali
yang dimaksud adalah bencana yang menghancurkan, atau akibat dari
pilihan yang salah dan disengaja. Apa pun yang terjadi, hal itu
sangat mengerikan. Lubang itu sangat sunyi, sesunyi kematian, dan
pemazmur tak mendapat pijakan yang kokoh. Ia tak dapat keluar
dari "lumpur rawa" itu dengan usahanya sendiri. Ia memerlukan
pertolongan Allah.
Seorang sarjana dari Cina yang bertobat dan menerima Kristus
menceritakan perumpamaan ini, "Seorang laki-laki jatuh ke dalam
lubang yang gelap dan kotor. Ia berusaha memanjat keluar, tetapi
tak berhasil. Lalu datanglah seorang tokoh dari religi A. Ia
melihat laki-laki di dalam lubang itu dan berkata, \'Laki-laki
malang. Seandainya ia mendengarkan saya, ia tak mungkin jatuh
ke dalam lubang.\' Kemudian ia pergi. Seorang tokoh dari religi B
datang. Ia melihat laki-laki itu dan berkata, \'Laki-laki malang.
Kalau saja ia bisa naik ke sini, saya akan menolongnya.\' Dan ia
pun pergi. Setelah itu datanglah Kristus dan berkata, \'Laki-laki
malang!\' Lalu Dia melompat masuk ke dalam lubang dan menolong
laki-laki itu keluar."
Allah menyelamatkan sang pemazmur dari dalam "lubang." Lalu
Allah memberikan kepadanya nyanyian baru yang juga dapat kita
nyanyikan saat kita dibebaskan Allah dari kesulitan --HWR
He took me out of the miry clay,
He set my feet on the rock to stay,
He put a song in my soul today,
A song of praise, hallelujah! --Anon
PEMBEBASAN DARI ALLAH SERINGKALI DATANG PADA MASA PENCOBAAN
YANG PALING SULIT
|