Bacaan : 1Korintus 3:1-9
Tom Vreman dari Dorcas Society Mission diundang gereja kami
untuk memberi ceramah tentang kesabaran yang diperlukan untuk
bekerja di ladang misi. Ia mengisahkan tentang seorang temannya
yang pergi ke daerah pedalaman Mongol di Cina bersama keluarganya
untuk mengabarkan Injil.
Selama beberapa tahun pertama, yang mereka lakukan hanyalah
membiasakan hidup di sana dan mempelajari budaya penduduknya.
Setelah hampir 4 tahun, dengan sangat gembira temannya itu
memberi kabar bahwa ia sedang melakukan pemuridan kepada tiga
orang yang bertobat. Sebuah kemajuan yang lamban.
Tetapi 4 tahun berikutnya, ia memberi laporan yang
mengejutkan: seluruh desa itu telah beriman kepada Kristus. Lalu
orang-orang Kristen baru itu berdoa untuk penduduk desa yang lain.
Mereka bersaksi, dan tak lama kemudian seluruh penduduk desa itu
juga menerima Kristus. Kini, seluruh wilayah itu telah mendengar
Injil. Itu semua karena ada satu orang dan keluarganya yang
bersedia menabur benih firman dan mempercayakan hasilnya kepada
Allah.
Rasul Paulus mempersembahkan hidupnya untuk melakukan
pekerjaan Allah. Namun ia tahu siapa yang membuat pekerjaan itu
berhasil. "Yang penting bukanlah yang menanam," tulisnya, "atau
yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan"
(1Korintus 3:7).
Penginjilan membutuhkan kesabaran. Kita dapat menanam benih
seperti yang dilakukan Rasul Paulus, atau menyiram seperti yang
dilakukan Apolos (ayat 6). Yang penting adalah kita tahu
melakukan bagian kita dan mempercayakan hasilnya kepada Allah
--DCE
You\'ve fished for men\'s souls for years,
Yet litlle success you can claim;
Keep casting the net where God leads you --
Your faithfulness honors His Name. --DCE
KESABARAN MERUPAKAN TUNTUTAN DARI ALLAH;
BUAH-BUAH YANG DIHASILKAN MERUPAKAN UPAH DARI-NYA
|