Bacaan : Mazmur 84
Pada malam menjelang hari Doa Nasional, seorang pemimpin
Kristen diwawancarai oleh sebuah televisi nasional. Dengan
pertanyaan yang seolah-olah memang dirancang untuk menyudutkan
sang tamu, si pewawancara berbicara tentang semakin memburuknya
krisis moral yang sedang dialami bangsa Amerika. Ia berkata,
"Apakah itu berarti Tuhan tidak mendengarkan doa-doa kita pada
tahun yang lalu?"
"Tidak," sahut pemimpin Kristen itu dengan tegas. "Allah itu
Mahakuasa, dan Anda harus dapat menerima bagaimana Dia bekerja
dan kapan Dia bekerja." Ya, benar!
Banyak orang memandang doa semata-mata sebagai tindakan
meminta dan menerima sesuatu. Tetapi doa lebih dari itu. Doa
adalah suatu hubungan. Salah satu alasan terkuat mengapa kita
berdoa adalah untuk membangun hubungan yang kokoh dengan Allah.
Doa adalah percakapan dengan Pribadi yang kita kasihi,
dengan siapa kita ingin selalu dekat. Doa adalah komunikasi
dengan Bapa kita di surga. Perhatikan bagaimana penulis Mazmur
84 rindu untuk berada dekat dengan Allah, "Hatiku dan dagingku
bersorak-sorai kepada Allah yang hidup" (ayat 3). Dengan berdoa,
kita pun dikayakan melalui hubungan yang semakin dekat antara
kita dan Tuhan.
Doa memang sesuatu yang rumit. Meskipun demikian, kita tidak
boleh melupakan kebenaran agung yang mengatakan bahwa tatkala
kita sebagai anak-anak Allah mendekat kepada-Nya melalui doa, Dia
juga akan mendekat kepada kita (Yakobus 4:8). Motivasi itulah
yang kita butuhkan untuk membuat setiap hari menjadi hari doa
--JDB
Prayer brings us peace, prayer gives us power
To walk the Christian way;
Prayer links us with the living God --
Therefore we need to pray. --Anon
BERDOA BERARTI BERBICARA DENGAN SAHABAT TERBAIK KITA
|