Bacaan : Matius 25:14-30
Jumlah satu itu sedikit atau banyak? Tergantung satu apa? Satu rupiah
sedikit. Satu juta rupiah banyak. Satu menit sebentar. Satu hari
lumayan. Satu tahun waktu yang lama. Apalagi satu abad. Satu butir
nasi apalah artinya. Satu piring nasi barulah namanya makan. Satu
bakul nasi jatah 4 atau 5 orang. Sekali lagi, tergantung satu apa?
Pada masanya, satu talenta bukan jumlah yang sedikit. Bahkan
sesungguhnya, sangat besar. Talenta adalah satuan (berat) uang Yunani
yang tertinggi nilainya. Dengan satu talenta saja, orang sudah bisa
membeli 200 ekor lembu! Masing-masing hamba memang diberi jumlah
talenta yang berbeda. Tetapi yang paling sedikit pun tetap berjumlah
besar. Jadi, tidak ada alasan untuk memendamnya. Tidak ada alasan
untuk berkata "tidak cukup". Bagaimana kalau masih dipendam juga?
Tidak ada penyebab lain lagi, selain kenyataan bahwa ia adalah hamba
yang malas! (ayat 26). Ia mengira jumlah satu itu sedikit dan tak ada
artinya memiliki hanya satu talenta.
Kita pun sering begitu. Mengira satu itu kecil! Apalah artinya?
Padahal tidak. Satu senyuman memulai sebuah persahabatan. Satu
nyanyian ikut mencipta suasana romantis. Satu tepukan di pundak mampu
memompa semangat. Satu bintang dapat memandu pelaut. Satu hak-suara
sanggup mengubah wajah suatu bangsa. Satu langkah menjadi awal sebuah
perjalanan panjang. Satu kata mengawali sebuah doa. Satu orang diri
Anda berharga di mata-Nya. Satu orang beriman bisa menghantar 10,
100, bahkan 1.000 orang untuk mengenal Tuhan. Satu peran menjadikan
sebuah pelayanan lengkap. Jadi, mengapa tidak mulai dari yang satu
itu? -PAD
SEMUA ANGKA LAIN BERAWAL DARI ANGKA SATU
SEMUA MIMPI BESAR DIMULAI OLEH SATU TINDAKAN KECIL
|