Bacaan : 1Samuel 17:40-58
Pada saat kita harus berhadapan dengan kesukaran yang teramat besar.
Entah berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, atau tekanan pekerjaan
yang sangat berat; entah juga berupa kehadiran "orang sulit" di dekat
kita-atasan di kantor, rekan sepelayanan, klien, tetangga-sangat
menjengkelkan, tetapi kita tidak bisa hindari. Atau, bisa juga berupa
kebiasaan buruk yang terus membelenggu, kita ingin menjauh, tetapi
tak juga bisa lepas. Semua itu membuat kita merasa kecil dan tak
berdaya.
Dalam keadaan demikian, kita bisa belajar dari Daud ketika menghadapi
Goliat. Secara fisik, Daud sangat tidak sebanding dengan Goliat. Daud
berperawakan biasa, Goliat raksasa. Daud penggembala kambing domba,
Goliat prajurit profesional. Daud bersenjata "umban dan batu" (ayat
40), Goliat bersenjata perang lengkap (1Samuel 17:5-7). Namun
akhirnya, kita semua tahu, Daud berhasil mengalahkan Goliat (ayat
50). Apa kunci sukses Daud? Daud berhasil karena ia berfokus kepada
Allah (ayat 45-47).
Ya, jika kita berfokus pada kesukaran yang menghadang, maka kesukaran
itu akan kita rasakan berkali-kali lipat lebih besar daripada yang
sebenarnya. Efeknya, kita akan merasa kecil dan tidak berdaya.
Seperti kesepuluh pengintai yang diutus Musa (Bilangan 13:32,33).
Kalah sebelum bertanding. Namun, kalau kita berfokus pada Allah-pada
kasih dan kuasa-Nya-kita akan mendapat kekuatan ekstra untuk
menghadapi segala tantangan. Kita memang lemah, tetapi Allah yang
memiliki kita, Mahakuat. Bersama-Nya kita bisa, dan tidak ada alasan
untuk kita tidak sanggup mengatasi kesukaran sebesar apa pun -AYA
DI DALAM TUHAN TIDAK ADA GUNUNG
YANG TERLALU TINGGI UNTUK DIDAKI
|